
TTS, SEKOLAHTIMUR.COM – Guna meningkatkan pemahaman serta keterampilan dalam megelola perpustakaan sekolah, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi NTT menggelar Bimbingan Teknis bagi para pengelola perpustakaan sekolah khususnya di jenjang SMA/SMK/MA se-daratan Timor. Kegiatan ini berlangsung Senin – Kamis, 7 – 10 Maret 2022 di Hotel Timor Megah Soe, Kabupaten TTS.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi NTT, Ir. Stefanus I. Ratoe Oedjoe, M.T., dalam sambutannya ketika membuka kegiatan tersebut mengajak semua peserta didik untuk tetap bersyukur kepada Tuhan yang Maha Kuasa karena walaupun masih dalam suasana pandemi Covid-19 namun masih ada dalam lindungan Tuhan sehingga kegiatan bimtek bisa dapat berjalan dengan baik.
“Patut kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena atas perkenanan-Nya pada hari ini kita semua masih diberi kesempatan untuk berkumpul bersama di tempat ini dalam keadaan sehat walafiat, guna mengikuti rangkaian kegiatan bimbingan teknis bagi tenaga pengelola perpustakaan jenjang SMA,SMK, dan MA negeri maupun swasta se-daratan Timor yang akan berlangsung selama 4 ke depan,” ungkapnya.
Stef juga meminta kepada para peserta Bimtek untuk mengikuti kegiatan dengan serius agar dapat mengelola perpustakaan dengan baik. Dengan demikian pengguna merasa nyaman dan tidak menyulitkan para pengguna terkait dengan bahan kepustakaan yang dibutuhkan.
“Saya berharap pula setelah selesai mengikuti kegiatan bimbingan teknis ini para peserta memiliki kemampuan mengelola perpustakaan sekolah yang lebih baik, seperti dalam mengelola dan menata koleksi bahan perpustakaan yang ada di perpustakaan dengan baik sehingga menarik dan dengan mudah menemukan kembali koleksi ketika siswa dan guru membutuhkan,” tuturnya.
Melalui kegiatan bimbingan teknis perpustakaan ini, lanjut Stef, kita dapat membagi pengalaman bagaimana mengelola, menyimpan dan memanfaatkan koleksi bahan perpustakaan yang ada di perpustakaan. Hal ini penting dalam misi kita membuat siswa cerdas serta mencintai perpustakaan dan meningkatkan minat dan kegemaran membaca semakin meningkat dari waktu ke waktu dalam memanfaatkan perpustakaan sebagai sarana untuk mendapatkan informasi dan ilmu pengetahuan demi masa depan yang lebih baik menuju NTT bangkit, NTT sejahtera.
“Kelembagaan perpustakaan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintah Daerah menunjukkan bahwa perpustakaan telah menjadi urusan wajib pemerintah baik di pusat maupun di daerah. Oleh karena itu, tekad dan semangat kita untuk terus menggelorakan minat dan kegemaran membaca masyarakat harus terus ditingkatkan dengan melibatkan semua pihak untuk bersama-sama menyatukan langkah mendukung dan menyukseskan gerakan membaca di daerah ini untuk meningkatkan literasi masyarakat,” tandasnya.
Stef juga menyentil terkait persoalan membaca di NTT yang masih sangat rendah. Ia berharap agar hal ini menjadi perhatian serius bagi semua pihak.
“Permasalahan gemar membaca termasuk di Provinsi NTT masih menjadi perhatian serius bagi seluruh lembaga perpustakaan dan pengelola perpustakaan yang ada di daerah ini. Oleh karena itu dibutuhkan kerja sama, kolaborasi, dan sinergitas dari semua pihak mulai dari rumah tangga, kelompok masyarakat dan dunia pendidikan yang ada di daerah ini untuk bersama-sama memasyarakatkan kegemaran membaca sehingga tercipta generasi NTT yang unggul, kompetitif, cerdas dan berdaya saing dalam menghadapi berbagai tantangan dan aneka persoalan yang nyata dalam kehidupan sehari-hari,” urainya.
Sementara Kepala Bidang Layanan dan Pembinaan Perpustakaan, Dollyres Chandra, S.Sos., kepada media ini menyampaikan bahwa peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah perwakilan dari masing-masing kabupaten. Setiap kabupaten mengutus 6 orang peserta dan khusus Kota Kupang 10 orang.
Chandra berharap dengan adanya kegiatan ini para peserta bisa mengelola perpustakaan sekolah masing-masing dengan baik agar pengguna perpustakaan tidak merasa kesulitan jika mencari sumber-sumber bacaan yang dibutuhkan. Ia juga menyampaikan bahwa Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi NTT akan terus memberikan pelatihan kepada semua sekolah ke depan secara virtual. (Lenzho Asbanu/ rf-red-st)