
TTS, SEKOLAHTIMUR.COM – Indonesia memiliki cita-cita besar untuk menjadi negara maju pada tahun 2045, yang dikenal sebagai Indonesia Emas 2045. Untuk mencapai visi ini, pendidikan karakter menjadi kunci utama dalam membentuk generasi emas yang berakhlak mulia, cerdas, dan kompetitif. Salah satu program yang mendukung upaya ini adalah kelas remaja memilih masa depan (Kelas Mapan), yang dijalankan oleh Yayasan Plan International Indonesia (Plan)) Area Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Program Implementation Area Manager Plan Indonesia Soe, yang diwakili oleh Irvina Sunbanu, Program Coordinator Plan Indonesia, usai mengikuti acara wisuda Mapan bagi 29 Peserta didik SMP Negeri Satap Penmina, Sabtu (30/11/2024), menjelaskan, Kelas Mapan merupakan program pendidikan nonformal yang dirancang untuk anak dan remaja, dengan tujuan membangun karakter dan memotivasi mereka untuk meraih cita-cita.

“Melalui Kelas Mapan, anak dan remaja mendapatkan pendidikan berkaitan dengan kesehatan reproduksi dan perilaku berisiko, seperti perkawinan anak, seks bebas, penggunaan internet tidak bijak, dan perilaku berisiko lainnya,” ungkapnya.
Irvina Sunbanu menjelaskan, dalam pendampingan yang dilakukan oleh Plan Indonesia kepada anak dan remaja di Kabupaten TTS terdapat 16 modul yang dipelajari dalam 69 sesi.
“Program ini terdiri dari 16 modul yang dipelajari dalam 69 sesi. Adapun isi dari sesi yang dilakukan antara lain, anak dan remaja mendapatkan pengetahuan bagaimana menggunakan kemampuan secara individu maupun kelompok untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Selain itu, anak dan remaja juga mendapatkan pengetahuan bagaimana mengenali diri mereka dan merencanakan masa depan secara baik,” ujarnya.

“Wisuda ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi terhadap anak dan remaja peserta kelas Mapan yang sudah mengikuti kelas remaja Mapan dan menyelesaikan 16 modul dalam 69 sesi. Program ini juga hadir sebagai respons terhadap tingginya angka kekerasan terhadap anak di TTS, yang berdampak buruk pada mental dan masa depan mereka. Mapan merupakan bagian dari salah satu program Plan Indonesia Adolescent Health End-Violence Against Children and Youth atau program kesehatan remaja dan akhiri kekerasan pada anak dan remaja,” jelasnya.
Ia berharap dengan diwisudanya para anak dan remaja kelas Mapan tersebut, materi yang diperoleh selama 15 bulan menjadi bekal bagi mereka untuk menggapai cita-cita ke depan.
“Selama 15 bulan, anak dan remaja ini mendapatkan pendampingan dari fasilitator di sekolah mereka masing-masing yang dilakukan usai jam sekolah. Kita berharap melalui kurikulum ini, anak dan remaja paham terkait hak untuk membuat pilihan dalam menentukan masa depan mereka sendiri. Selain itu mereka juga mampu mengembangkan kemampuan mereka untuk dapat menentukan pilihan yang sehat,” harap Irvina.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTS, Musa S. Benu, S.H., yang diwakili oleh Kepala Bidang Pembinaan SMP/MTs, David Mbolik, mengapresiasi kegiatan tersebut, menurutnya kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi para peserta didik karena dapat membentuk karakter peserta didik.
“Kami dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTS tentunya menyampaikan terima kasih kepada Plan Indonesia yang telah memfasilitasi guru dan peserta didik dalam program Mapan ini. Oleh karena itu kami juga berharap para peserta didik yang tergabung dan telah diwisudakan hari ini terus rajin belajar untuk mengejar impian yang telah ada dalam diri peserta didik,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kabupaten TTS, Ardi Benu yang juga hadir pada momen tersebut berharap materi yang sudah diperoleh para peserta didik selama mengikuti pendidikan nonformal dari Plan dapat bermanfaat dan terus dikembangkan hingga tercapai cita-cita mereka.
“Kami memberikan apresiasi kepada Plan Indonesia yang mana telah hadir dan mendukung pemerintah dalam upaya mempersiapkan generasi penerus bangsa dengan beragam kegiatan yang mengedukasi, kami juga berharap para anak dan remaja yang ada mampu memanfaatkan kesempatan ini, agar situ kelak menjadi pemimpin yang bertanggung jawab,” harapnya.

Sementara Plt. Kepala SMP Negeri Satap Penmina, Jeni D. I. Banu, S.Pd., menyampaikan terima kasih kepada pihak Plan Indonesia yang telah membangun kerja sama dengan sekolahnya dalam upaya menyadarkan para peserta didik terkait pentingnya manajemen masa depan yang baik dan terarah.
“Mewakili semua warga SMP Negeri Satap Penmina kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada tim dari Plan Indonesia, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas P3A dan semua stakeholder lain yang telah mendukung pengembangan pendidikan anak di sekolahnya,” ujarnya.

Ia juga berharap agar 29 peserta didik yang telah diwisuda mampu untuk giat belajar dan menjadi motivasi bagi teman sebayanya.
“Kami menyampaikan selamat kepada 29 anak yang diwisuda pada hari ini, tentunya kami kami juga terus berharap agar ke 29 peserta didik ini menjadi contoh bagi peserta didik lain yang ada di sekolah ini agar mereka juga termotivasi,” pungkasnya. (Lenzho Asbanu/rf-red-st)