
Kota Kupang, SEKOLAHTIMUR.COM – Salam Aid Bogor dan Jaringan Sekolah Alam Nusantara (JSAN) bekerja sama dengan Sekolah Alam Manusak di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), memberikan hadiah khusus bagi 100 orang guru honor yang terdiri dari 50 guru di Kabupaten Kupang dan 50 guru di Kota Kupang. Program ini bertajuk “Beras Salam untuk Pahlawan Tanpa Tanda Jasa”.
Pembagian beras dilakukan pada tanggal 5 – 13 Maret 2023 baik di sekolah, rumah tinggal maupun di Sekolah Alam Manusak sebagai pusat kegiatan perwakilan Salam Aid dan JSAN di Provinsi NTT. Masing-masing guru mendapat lima kilogram sebagai program awal sehingga total keseluruhan mencapai 500 kilogram beras untuk guru.

Direktur Salam Aid Bogor, Luthfi Kurnia menyampaikan bahwa program “Beras untuk Guru” adalah inisiasi khusus Salam Aid untuk memberi apresiasi kepada para guru yang berdiri di garda paling depan pendidikan. Di tangan mereka, masa depan anak-anak bangsa kita pertaruhkan. Maka sangat wajar, kita harus memberi perhatian atas segala cinta mereka untuk mengabdi di negeri ini hingga di seluruh pelosok Indonesia. Dan kali ini khusus kami persembahkan kepada para guru di NTT.
“Kami memberi perhatian serius kepada guru di NTT untuk memastikan mereka terus bekerja tanpa letih untuk anak-anak Indonesia. Apalagi tahun 2023 ini, kita mengalami resesi pangan dunia. Maka kita semua wajib bergandeng tangan untuk bisa memberi dedikasi terbaik kita kepada para guru. Dengan begitu kami percaya, sedahsyat apapun tantangan global, dengan kerja bersama dan saling peduli kita akan bisa melewatinya,” kata Luthfi.
Hal senada disampaikan oleh Penaggung Jawab Program Salam Aid di NTT, Yahya Ado, sekaligus pendiri Sekolah Alam Manusak menyatakan, ide pembagian beras kepada para guru honorer sebagai bentuk perhatian sekolahnya sebagai sekolah kemanusiaan kepada para guru di semua tingkatan dari PAUD sampai SMA/SMK/SLB untuk meringankan beban kehidupan mereka. Guru honorer mengambil peran sangat banyak untuk mendidik anak-anak generasi bangsa, sehingga kita perlu memberi perhatian khusus atas tanggungjawab mereka yang tak pernah letih.

“Kami memberi hadiah khusus bagi para guru honor, sehingga meski mereka sibuk mengajar di sekolah, dapur mereka juga tetap tersedia makanan. Kami berharap, pemberian hadiah kecil ini menambah semangat juang para guru untuk memberi diri yang terbaik bagi anak-anak,” tutur Yahya.
Salah seorang guru honor di Kota Kupang, Ismi Yatul Fahmi, sekaligus Kepala MTs Plus Baitul Qodim menyampaikan terima kasih dan bangga bisa mendapat perhatian dari Salam Aid. “Kami pantas menyampaikan terima kasih kepada Salam Aid dan Sekolah Alam Manusak atas perhatian yang diberikan kepada kami para guru honor. Kami terus mendoakan agar kerja-kerja kemanusiaan Salam Aid dan Sekolah Alam Manusak selalu mendapat petunjuk dan berkah,” ujar Ismi. (*/rf-red-st)